Hujan di Beranda

Hujan di Beranda

Jumat, 30 Oktober 2015

Serunya Quality Time Ayah dan Anak

Hello mommies dan daddies..
Indonesia sudah darurat asap ya. Kabut asap juga sudah turun ke Medan, ada kalanya Kota Medan seperti berkabut. Bedanya kalo berkabut, udara segar. Kalo berasap, udara pengap.
Sebagai ibu yang memiliki anak kecil, tentu saya merasa sedih. Ga sedikit saya bahkan merasa sedih dan geram melihat korban berjatuhan. Tapi saya tidak bisa melakukan banyak hal seperti relawan yang turun langsung ke jalanan. Saya hanya bisa bantu ala kadarnya dan juga bantu doa.
Semoga semua rakyat Indonesia baik-baik saja di belahan bagian Indonesia manapun. Anak-anak tumbuh baik dan bahagia, Orang tua memiliki waktunya dalam peran penting pertumbuhan anak, Semua keluarga dalam keadaan sehat dan semua damai-damai saja. ADA AAMIIN? *silakan di-AAMIIN-kan mom*
Bicara tentang peranan penting pertumbuhan anak. Bukan hanya Ibu yang memiliki peranan penting. Namun kehadiran Ayah juga membantu pertumbuhan anak menjadi lebih baik. Seperti penelitian yang berjudul The effects of Father Involvement: An Updated Research Summary of the Evidence menemukan fakta bahwa terdapat dampak positif dari keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Anak yang turut diasuh ayahnya sejak dini ternyata memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun. Dan tidak hanya itu, nilai IQ anak jauh lebih tinggi ketika menginjak umur 3 tahun. Anak yang turut diasuh ayah juga berkembang menjadi anak yang bisa memecahkan permasalahan dengan baik.
Namun seringkali kita menemui kendala, dimana ayah jarang sekali memiliki waktu untuk dapat bermain dan berinterasi langsung dengan sang anak. Kesibukan ayah bekerja dari pagi hingga malam, belum lagi hal-hal lain yang akhirnya membuat waktu ayah bersama anak jadi hanya sedikit. Padahal keseimbangan peran orang tua dalam pengasuhan anak sangat diperlukan dalam tumbuh kembang optimal anak.

Senin, 14 September 2015

Seminar Tumbuh Kembang Anak, Biarkan Dia Bereksplorasi

Kemarin, saya atas undangan seorang teman datang ke acara Seminar Parenting.
Kalo sudah baca posting saya sebelumnya, mendatangi seminar tentang anak itu sekarang jadi habitual saya. Hal yang baik, harus dilestarikan bukan? Hohoho..
Toh seminar itu bertabur ilmu. Dan saya dengan mantap melangkahkan kaki ke Grand Serela Hotel Medan, kemarin.
Sebenernya saya paling ga suka kalo weekend saya terbuang hal yang mubazir. Saya lebih suka ngehabisin weekend dengan anak. Mengingat Senin sampai Jumat saya sudah sibuk bekerja. Tapi karna ini adalah seminar  dan saya baca sekilas tentang pola asuh anak. Maka, saya luangkan 4 jam saya untuk duduk cakep di situ.
Pertama dateng, kaget beneran dan ga nyangka.  Ternyata peminatnya banyak banget, saya ngantri berjejer di antara ibu yang memegang anaknya. Mereka antusias banget untuk datang. Wah,  Subhanallah.
Saya dateng sendirian dan ambil tempat duduk paling depan. Wo.. Niat hati mau nyimak khusu. Eh kena sweeping jadinya duduk di baris ke lima dari depan. 
Ternyata keinginan saya mau duduk paling depan itu terbukti. Acara yang dibuka sama Moderator Shanaz Haque ini asik banget. Penuh informasi dan ilmu yang penting.

Minggu, 13 September 2015

People Change?

Mempunyai anak merubah hidupmu. Saya lupa itu tepatnya kutipan dari siapa. Tapi.... Itu benar adanya.
Silakan lihat kapan terakhir posting di blog, padahal sudah berkaul dari lama untuk rajin cerita. Lagi-lagi,  semua hanya wacana.
Semenjak punya anak, dari Oktober 2014 yang lalu, hidup saya makin berubah.. Memperbaiki kwalitas hidup lebih tepatnya kali ya. Karna... Saya sudah punya anak. Dia akan meniru apa yang saya buat: mengucap apa yang saya katakan, mengikuti gerak gerik saya, memperhatikan kelakuan saya. Anak adalah peniru yang ulung. Dan saya berusaha berubah lebih baik, walau sulit.
Namun.. Bukan berarti karna niat lantas saya berhasil tanpa kekurangan. Saya malah skip banget untuk beberapa hobi baik saya : membaca buku, menulis blog dan mengabadikan momen-momen yang harusnya tidak boleh kelewatan. Kenapa? Karna akhirnya saya memilih apa yang menjadi prioritas dan my most priority is my son.

Sabtu, 03 Mei 2014

Hibernasi~

Sepertinya saya melewatkan sesuatu. Sepertinya saya melupakan sesuatu. Membiarkan diri saya tertidur begitu sangat lama.

Dan hari ini saya tersadar, kapan terakhir kali saya menulis dengan benar-benar. Beberapa tulisan memang ada namun hanya teronggok di draft dan kepala. Lalu angin berhembus, membiarkannya hilang.

Belakangan ini mencoba menulis di udara, saya sepertinya lupa bahwa udara bisa berubah. Dan semua tulisan saya kacau balau dihantam hujan dan panas. Menguap, mengembun, entar menjadi apa.

Ada banyak cerita namun memang kenyataannya banyak yang tidak bisa dikisahkan. Bukankah setiap insan pernah merasakan seperti itu? Terlalu bahagia, terlalu sedih, terlalu aneh. Mungkin?

Tapi apapun itu, saya mau kembali menulis kembali. Semoga sepuluh jari tidak kelelahan merangkum banyak cerita yang tidak terceritakan sebelumnya. Doakan saya. 

Sabtu, 17 Agustus 2013

Merdeka! Merdekakan pemikiranmu.

Selamat Pagi, 17 Agustus 2013. Dirgahayu Republik Indonesia ke-68.
Sudah merdeka kah kita? Sudah.
Sudah merdeka kah perekonomian kita? Tergantung menurutmu, menurutku sudah.
Sudah merdeka kah perut kita? Bersyukur enggak kamu? Kalo enggak bersyukur sih bilangnya tidak.


Ada banyak harapan, cita-cita dan do’a yang baik untuk negara kita ini. Dan harapan, cita-cita dan do’a itu hanya akan terwujud di tangan rakyatnya yang optimis. Saya percaya membangun negara tidak bisa dilakukan dengan pesimis, setengah-setengah dan menggerutu.

Senin, 06 Mei 2013

Mencintai itu takdir, dicintai itu kesempatan


Saya percaya bahwa hidup itu adalah untuk belajar. Dalam keadaan bagaimanapun, dalam umur berapapun dan dimanapun sebenarnya pelajaran itu banyak macamnya. Tergantung subjeknya sekarang, mau belajar atau tidak.

Sepercaya saya juga bahwa setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru bagi yang lainnya. Kembali lagi kepada sang guru yang apakah mau membagi ilmu yang dipunyanya atau yang lainnya berniat atau tidak mempelajari ilmu dari orang lain.

Pelajaran tidak melulu tentang bangku sekolah. Tidak melulu tentang hafalan atau hitungan.

Rabu, 13 Februari 2013

For You. Hey, Kila.

Hallo. Hey. Kak Kila. *lambai lambai ke kamera*

Tukang posku yang selalu sabar mengantarkan titipan surat cinta para pencinta.
Aduh, aku mau nulis apa ya? Oh yang jelas bukan tulisan romansa seperti surat cinta #DuaHati kami ya.. Hahahaha. Mmmmm.. Oke. Aku sudah tahu mau menulis apa.

Selasa, 12 Februari 2013

Surat #DuaHati [N] dan [PH]

Project hore-hore #30HariMenulisSuratCinta dari @poscinta tahun ini saya ikuti. Namun, karna dirasa tidak sanggup untuk mengikuti menulis solo dan memposting setiap hari. Saya mengajak @PriaHujan untuk duet di kategori #DuaHati yang mana merupakan surat berbalas. Kan, lumayan menulisnya dua hari sekali.


Senin, 11 Februari 2013

Untuknya, Sumber Kebahagiaanku

Kamu, yang selalu mengencangkan genggaman ketika bergandengan.
Aku membaca surat dan puisimu semalaman berulang-ulang.
Semacam tidak ada orangnya sedang berhadap-hadapan.
Dan tertidur pulas dipelukanmu sampai pagi menyerang.
Masih terbangun dengan mimpi indah yang sama, ah sempurna. 
Bahagia.