Hujan di Beranda

Hujan di Beranda

Minggu, 11 November 2012

Berhenti Berekspektasi


Saya sedang di beranda, menatap hujan pagi yang menggoda lalu teringat akan kamu yang tiada.



















Jika rasa sedalam apapun bisa disembunyikan, namun mata tidak mampu berbohong
Ia adalah jendela untuk rumah bernama hati.
Dan saat ini ia bahkan berusaha menceritakan rahasia-rahasia yang saya pendam sendiri.

Semenjak bangun tadi, saya berusaha untuk membunuh pelan-pelan ekspektasi saya.
Namun, seseorang teman mengingatkan untuk “Jangan berhenti bermimpi.”
Betapa ia tidak tahu, bahwa ekspektasi saya hasil dari rahim mimpi.

"Tak perlu tertawa atau menangis. Pada gunung dan laut, karena gunung dan laut tak punya rasa"
(Cerita Tentang Gunung dan Laut, Payung Teduh)

Sambil memutar ulang lagu Payung Teduh, saya berusaha membagi gundah kepada hujan yang menari indah.

Lalu ingat pernah ada teman yang bilang "Sejauh-jauhnya merpati terbang, dia akan balik ke kandangnya. Gitu juga jodoh. Suatu saat, kita akan tetap mencari tempat ternyaman kita untuk pulang yaitu hati seseorang.
Pernah kah menyadari, sejauh-jauhnya kamu pergi, ujung-ujungnya jika perlu seseorang yang dicari itu-itu juga? Karna orang itu yang terima kamu apa adanya. Cerita apapun, kondisi apapun, dia tetap akan mendengarkan dan memberi bahunya untuk kamu."
Saya terdiam. Menekuri jalan yang lalu lalang.

Tapi saya percaya seleksi alam itu ada.
Tidak setiap hati bisa jadi rumah ternyaman untuk ditinggali. Cukup singgah, tidak menetap karna terus berjalan.

Setiap orang akan berotasi. Seperti layaknya bumi, ibu yang meninabobokan kita.
Saya sedang merindukan orang yang sekarang telah berubah. Saya merindukan kamu yang dulu.

Berhenti berekspektasi tinggi bukan berarti berhenti bermimpi.

Saya telah putuskan untuk berhenti berekspektasi terlalu tinggi dan menjaga hati.

Saya berusaha menghentikan pikiran saya bahwa kamu yang sebenarnya, juga sayang sama saya dan juga inginkan saya.
Seperti halnya saya kepada kamu.



















Perlahan tapi pasti, masing-masing kita akan pergi dan enggak akan bisa bersama, selamanya.
Dan kita hanyalah sepasang insan yang merasa saling menemukan namun harus saling melepaskan.
Perginya diam-diam, tanpa berkata lagi.

Kamu bisa pergi kemanapun kamu mau. Kamu bisa menghapus saya darimana saja.
Tapi tidak dari ingatan.
Jika tidak banyak yang bisa kamu ingat tentang saya.
Setidaknya hujanlah yang akan mengembalikan ingatan tentang saya di kepalamu.

Tidak ada komentar: