Hujan di Beranda

Hujan di Beranda

Sabtu, 26 November 2011

unexpectedly

"Hidup ini sebenarnya penuh dengan ketiba-tibaan yang sebenarnya indah. Tidakkah kalian sadari?"


Hujan sore ini sesaat, deras, berangin kencang akhirnya berlalu dalam hitungan menit. Tidak lama matahari datang dengan panas merajam seperti api yang mencoba memercik di tungku yang kelam dan lembab.

Ada dua fenomena alam yang bahkan aku nikmati dalam dua puluh menit saja, dua sekaligus. Hujan yang sangat keras dan deras lalu tersapu matahari cadas nan panas.

Tiba-tiba hujan, tiba-tiba panas. Seperti juga, tiba-tiba merasakan patah hati, lalu tiba-tiba bisa jatuh cinta.

"Tiba-tiba itu mengejutkan!"

Kamu pernah bilang sama aku, kamu tidak percaya akan suatu kebetulan. Katamu kebetulan itu tidak pernah ada. Aku hanya tersenyum tanpa mendebat. Terkadang senyuman lebih mengartikan semuanya.

Mengapa mesti tidak percaya suatu kebetulan? Tiba-tiba itu memang suprise yang dirancang oleh Sutradara alam yaitu Tuhan. Rancangan beralaskan ketidaksengajaan itu ada, supaya kita menyadari bahwa ada hal yang sebenarnya tidak kita duga dan tidak bisa diprediksi, apapun itu. Kita hanya perlu menjalani dan akhirnya mendapati bahwa kita sedang dianugrahi selubung 'tiba-tiba' dari-Nya.

Tidakkah kamu bisa mengingat dengan pasti kapan kamu mulai jatuh cinta? Coba telaah lagi. Percayalah, kalau perasaan itu datang seperti kilat, tiba-tiba. Tiba-tiba adalah kesederhanaan dari takdir.

Begitu juga tentangmu dan hal yang sama sekali tidak pernah melintas di sadarku. Bukankah tiba-tiba kita bertemu? Dua orang asing, duduk di sudut nyaman masing-masing, aku membaca buku dan kamu menatap layarmu lalu tiba-tiba beradu pandang, saling menyadari bahwa sama-sama sendiri, melempar senyum dan kamu menghampiri. Perkenalan yang singkat, tiba-tiba saja kita sudah tergelak, menertawakan setiap aliran cerita yang keluar dari udara, lalu kamu merasa nyaman, aku merasa senang. Tiba-tiba kita saling jatuh cinta. Masihkah kamu bilang ini bukan suatu kebetulan?

1 komentar:

Muhamad Firmansyah mengatakan...

Rasanya kebetulan tp nyatanya semua skenario Tuhan. Salam persahabatan.