Hujan di Beranda

Hujan di Beranda

Kamis, 10 Maret 2011

Teatime

Selamat sore..
Sore ini aku bernyanyi, menyeduh teh hangatku bersandarkan mimpi.
Berharap kau datang dan kita menghabiskan waktu seperti biasa!


Tea time!

Lalu kita duduk,
Menghadap ke hutan jati rimbun di belakang rumah.
Di teras yang berangin lembut, menyisir rambutku.
Menikmati teguk demi teguknya dan juga cemilan sesore ini.

Aku suka teh, seperti aku suka kamu.
Meneguknya disetiap sore membuat jinggaku hangat, sehangat senyummu.
Kamu seperti kafein dalam buih-buih di cangkirku.
Simultan!
Membuat darahku mengalir lebih cepat, membuat aku bersemangat.
Dan aku ketagihan kamu. Seperti aku ketagihan membuat teh setiap sore..

Bisakah kamu temani aku ngeteh sore ini?

2 komentar:

senoaji mengatakan...

suka tulisan kamu, cara kamu menyajikan asmara sore hari dengan mediasi teh... terdeskripsi banget

teh, sore hari dan sebuah penantian hmm.. rupawan..

nadya ratna sari mengatakan...

: Hai seno, syukurlah kalo ada yg suka.. Salam kenal.. :)